AKSI NYATA MODUL
1.4
Menciptakan
Budaya Positif
Dengan
Melaksanakan Diseminasi Kepada Rekan Sejawat
disusun oleh :
Wisnu Nugroho,
S. Pd
CGP Angkatan 10
SMAN 5 Batanghari
A. Latar Belakang
Budaya positif adalah nilai-nilai, keyakinan-keyakinan,
dan kebiasaan-kebiasaan di sekolah yang berpihak pada murid agar murid dapat
berkembang menjadi pribadi yang kritis, penuh hormat, dan bertanggung jawab.
Maka dari itu kuncinya adalah bagaimana kehebatan guru sebagai penuntun siswa dalam
mengembangkan watak dan karakter murid, guru hanya mengontrol dan menuntun
mereka menjadi lebih baik tanpa mengubah kodrat yang mereka miliki. Budaya
positif dapat dilakukan dengan cara melakukan hal-hal yang bersifat positif,
berpikiran positif, berhati positif dan bersikap positif. Mengembangkan budaya
positif di sekolah haruslah dilakukan dengan penuh kesungguhan dengan hal yang
terlihat sederhana namun terkadang sulit dilakukan dan ini harus terus
dilakukan secara terus menerus dan guru sebagai contoh.
Budaya Positif sangat perlu untuk diterapkan.
Menurut saya sebelum membangun budaya positif yang mengarah pada siswa,
terlebih dulu membangun budaya positif untuk diri sendiri. Kemauan untuk
mengubah kebiasaan yang kurang baik pada diri pendidik dan membiasakan hal-hal
yang baik tentunya menjadikan diri kita sebagai iklan berjalan penebar kebaikan
di lingkungan sekolah. Hal ini akan memudahkan kita nantinya untuk
mendapatkan dukungan rekan sejawat ketika akan melakukan perubahan di
lingkungan sekolah, termasuk menumbuhkan dan membiasakan budaya positif di
lingkungan sekolah. Menurut KHD guru adalah "Pamong" artinya guru itu
menjaga, memberi tauladan, membina dan mendidik anak dengan penuh kasing
sayang. Tugas guru adalah menuntun segala kodrat yang ada pada anak agar mereka
mencapai kebahagiaan dan keselamatan setinggi-tingginya baik sebagai manusia
maupun sebagai anggota masyarakat berdasarkan pada kodrat alam dan kodrat
zamannya.
B. Tujuan
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka yang menjadi
tujuan dalam tindakan nyata ini adalah sebagai berikut :
1.
Menerapkan Disiplin Positif.
2.
Mengubah
paradigma dari stimulasi respon menjadi teori kontrol.
3.
Menetapkan
posisi kontrol guru sebagai manajer.
4.
Mengatasi
ketidakdisiplinan siswa melalui program restitusi.
5.
Menerapkan
nilai-nilai kebajikan universal melalui keyakinan kelas atau keyakinan bengkel
yang telah disepakati
C. Tolak Ukur
Untuk mengetahui sejauh mana kegiatan ini sudah
dilakukan dan untuk mengontrol kegiatan agar tetap terarah pada tujuan yang
sudah ditetapkan, maka tolak ukur yang digunakan adalah sebagai berikut :
1.
Terlaksananya
Budaya Positif di SMAN 5 Batanghari.
2.
Perubahan
paradigma dari stimulus respon menjadi teori kontrol.
3.
Terwujudnya
posisi kontrol guru sebagai manajer.
4.
Berkurangnya
kasus ketidakdisiplinan siswa melalui program restitusi.
5.
Adopsi
nilai-nilai kebajikan melalui keyakinan kelas yang telah disepakati bersama
D. Lini masa tindakan yang akan dilakukan
1.
Berkoordinasi
dengan Kepala Sekolah tentang Rencana Aksi Nyata, Sosialisasi Budaya Positif,
dan Pelaksanaan Budaya Positif.
2.
Berkoordinasi
dengan rekan sejawat mengenai pelaksanaan Berbagi Praktik Baik Budaya Positif.
3.
Persiapan:
4.
Menyusun
Materi Presentasi (PPT).
5.
Menyusun
jadwal pelaksanaan Berbagi Praktik Baik Budaya Positif.
6.
Persiapan
sarana dan prasarana.
7.
Pelaksanaan
Kegiatan.
8.
Evaluasi
kegiatan
E. Dukungan yang dibutuhkan
Dalam menjalankan tindakan aksi nyata dibutuhkan
dukungan dari seluruh warga sekolah diantaranya adalah :
1.
Kepala
Sekolah SMAN 5 Batanghari
2.
Rekan
sejawat dalam tim penggerak.
3.
Siswa-siswa
sekolah.
4.
Orang
tua siswa.
5.
Seluruh
warga sekolah
F. Dokumentasi Tindakan Aksi Nyata Budaya Positif
Berikut ini adalah beberapa dokumentasi Diseminasi
Budaya Positif di SMAN 5 Batanghari
1.
Melakukan koordinasi dengan Kepala Sekolah terkait dengan rencana Aksi
Nyata
a.
Gambar 1. Koordinasi dengan Kepala
Sekolah.

2.
Melakukan sosialisasi kepada Kepala Sekolah dan rekan-rekan guru terkait
Budaya Positif di Sekolah. Materi yang disampaikan meliputi : Disiplin Positif
dan Nilai-nilai Kebajikan Universal. Teori Motivasi, Hukuman dan Penghargaan,
Restitusi. Keyakinan Kelas, Kebutuhan Dasar Manusia dan Dunia Berkualitas, Lima
Posisi Kontrol dan Segitiga Restitusi.
a.
Gambar 2. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya

b. Gambar 3. Pembukaan Oleh Kepala
Sekolah

c.
Gambar 4. Sosialisasi Budaya Positif

G. Refleksi
Dalam pelaksanaan aksi nyata ini, tentu masih
banyak kekurangan dan juga kekeliruan sehingga dibutuhkan suatu refleksi yang
berguna untuk melakukan perbaikan-perbaikan sehingga dapat mencapai hasil yang
optimal untuk masa yang akan datang. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat
saya refleksikan dari kegiatan yang sudah dilakukan :
1. Peristiwa (fact)
Budaya Positif sangat perlu untuk diterapkan.
Menurut saya sebelum membangun budaya positif yang mengarah pada siswa,
terlebih dulu membangun budaya positif untuk diri sendiri. Kemauan untuk
mengubah kebiasaan yang kurang baik pada diri pendidik dan membiasakan hal-hal
yang baik tentunya menjadikan diri kita sebagai iklan berjalan penebar kebaikan
di lingkungan sekolah. Hal ini akan memudahkan kita nantinya untuk
mendapatkan dukungan rekan sejawat ketika akan melakukan perubahan di
lingkungan sekolah, termasuk menumbuhkan dan membiasakan budaya positif di
lingkungan sekolah.
2. Perasaan (feelings)
Saya merasa semangat dan antusias dalam melaksanakan
kegiatan diseminasi budaya positif dan ketika melaksanakan aksi nyata modul 1.4
budaya positif ini.
3. Pembelajaran (findings)
Pembelajaran yang saya dapatkan selama melaksanakan
aksi nyata budaya positif ini:
a) Terjadi komunikasi antara saya dengan rekan sejawat
terkait penanganan permasalahan siswa
b) Membantu rekan sejawat dalam penyelesaian
permasalahan siswa menggunakan Segitiga Restitusi
c) Mengarahkan posisi control manager kepada rekan
sejawat dalam menyelesaikan permasalahan siswa di sekolah.
4. Penerapan (future)
Penerapan ke depan yang akan saya lakukan adalah melaksanakan
Komunitas Belajar sekolah setiap bulan sekali dalam membahas permasalahan – permasalahan
siswa yang rekan guru alami.
H. Rencana Perbaikan Untuk Implementasi Kedepan
1. Melakukan kolaborasi dengan rekan sejawat dan
seluruh warga sekolah dalam menerapkan budaya positif
2. Menetapkan
posisi kontrol guru sebagai manajer.
3. Mengurangi ketidakdisiplinan siswa melalui program
restitusi.
4. Menerapkan nilai-nilai kebajikan universal melalui
keyakinan
I.
Lampiran Materi Presentasi
|
Slide 1 |
|
|
|
Slide 2 |
|
|
|
Slide 3 |
|
|
|
Slide 4 |
|
|
|
Slide 5 |
|
|
|
Slide 6 |
|
|
|
Slide 7 |
|
|
|
Slide 8 |
|
|
|
Slide 9 |
|
|
|
Slide 10 |
|
|
|
Slide 11 |
|
|
|
Slide 12 |
|
|
|
Slide 13 |
|
|
|
Slide 14 |
|
|
|
Slide 15 |
|
|
|
Slide 16 |
|
|
|
Slide 17 Slide 18 |
|
|
|
|



















0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda